Anies dan Ahok Sering Komunikasi, Apakah Sinyal Akan Bersatu di Pilgub DKI 2024?

anies dan ahok

Dua mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, juga dikenal sebagai Ahok, dan Anies Baswedan, menunjukkan kemesraan di tengah keramaian kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Keduanya menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi secara intens sebagai teman.

Dalam hal ini, Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS, menyatakan bahwa keduanya tidak dapat diduetkan karena keduanya ingin menjadi calon gubernur. Ini karena UU Pilkada melarang mantan gubernur maju sebagai calon wakil gubernur di wilayah yang sama.

Anies-Ahok Sering Komunikasi Melalui WhatsApp

Dari sisi Anies maupun Ahok tidak menampik kabar bahwa mereka sering berkomunikasi melalui WhatsApp. Namun, Anies Baswedan menyampaikan jika komunikasi mereka hanya seputar kehidupan pribadi saja, tidak ada kaitannya dengan politik apalagi Pilkada Jakarta 2024.

Anies menyatakan bahwa biasanya dia memiliki hubungan komunikasi dengan Ahok.

Jangan berbicara seperti teman, tetapi seperti sesama warga. Itu sebenarnya hal yang biasa. Anies menyatakan bahwa teman-teman juga dapat berkomunikasi dengan siapa saja.

Adakah Kemungkinan Bersatu di Pilgub DKI 2024?

Pada hari Kamis, 8 Januari 2024, Mardani mengatakan bahwa menentukan apakah mereka akan bergabung tampaknya sulit karena keinginan Pak Ahok dan Pak Anies masing-masing untuk menjadi cagub. Mardani menyatakan bahwa, meskipun mereka memiliki orientasi politik yang berbeda, Ahok dan Anies menunjukkan kedewasaan politik. Dia menyatakan bahwa Anies dan Ahok memiliki hal yang sama: keduanya tidak menyukai Presiden Jokowi.

Mardani menyatakan bahwa mereka dewasa karena mereka dapat berkomunikasi meskipun berada di kubu yang berbeda. Keduanya tidak bersama dengan Pak Jokowi.

Mardani, anggota Komisi II DPR RI, mengklaim bahwa jika PDIP bergabung untuk mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta, hal itu akan memperkuat koalisi yang mendukung Anies di Pilkada Jakarta.

Mardani menyatakan bahwa dia sangat senang bahwa PDIP akan bergabung dengan Mas Anies. Itu akan menjadi koalisi yang kuat.

Dalam kesempatan yang berbeda, Anies Baswedan memutuskan untuk menghindari membuat Ahok, yang dijagokan oleh PDIP, menjadi pesaingnya dalam Pilkada Jakarta, terlalu rumit. Menurut Anies, masalah utama yang dianggap penting oleh masyarakat harus menjadi pusat perhatian pilkada.

Dia menyatakan bahwa siapa pun yang akan berkontestasi pada akhirnya akan bertanggung jawab atas penyelesaian masalah di Jakarta.

Usai menghadiri Mukernas Perindo di INews Tower pada Rabu (31/7/2024), Anies mengatakan, “Jadi, saya lebih cenderung untuk fokus pada tantangan yang harus dihadapi masyarakat daripada siapa yang nanti akan berada di gelanggang pilkada.”

Sebaliknya, Anies juga menanggapi kemungkinan Nasdem tidak akan mendukung di Pilkada 2024. Fokusnya saat ini adalah biaya hidup yang mahal.

Selain itu, Anies menyatakan bahwa dia ingin lebih berkonsentrasi pada diskusi tentang pekerjaan dan masalah lain di Jakarta. Ia menyatakan bahwa dukungan dari partai politik tidak lebih dari administrasi.

Anies menyatakan, “Kami ingin fokus pada masalah lapangan pekerjaan, mahalnya biaya hidup, masalah kesehatan, pendidikan lalu bantuan untuk lansia, bantuan untuk anak-anak sekolah, dan mahasiswa kuliah itu lebih penting daripada sekadar administrasi.”

Sementara Ahok telah dipilih oleh PDIP untuk maju di Pilkada Jakarta, Anies sendiri telah mendapatkan dukungan dari PKS, PKB, dan Nasdem. Namun, Megawati Soekarnoputri, ketua umum PDIP, belum membuat pernyataan resmi.

Adian Napitupulu, Ketua Tim Pemenangan Pilkada 2024 PDIP, menjelaskan mengapa partainya telah lama mengumumkan siapa yang akan diusung sebagai calon gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta 2024. Dia menyatakan bahwa PDIP benar-benar mempertimbangkan figur yang memahami ideologi daripada hanya menghitung hasil survei.

Dalam hal pemilihan kepala daerah, presiden, dan caleg, PDI Perjuangan telah menggunakan waktu yang lama. Kenapa waktunya lama? karena banyak ide, pemahaman, ideologi, dan kecintaannya pada republik dipertimbangkan. Di INews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2024), Adian menyatakan, “Jadi, tidak hanya menghitung angka survei, dukung, angkat surveinya bagus.”

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *