Login Daftar

Istana Garuda IKN Malah Mirip Istana Kelelawar yang Bernuansa Mistis, Siapa Arsiteknya?

Istana Negara, juga dikenal sebagai Istana Garuda akan segera diresmikan di IKN. Banyak orang mengkritik desain karena terlihat seperti kelelawar daripada burung garuda yang direncanakan.

Ini disebabkan oleh fakta bahwa warna Istana Garuda IKN terlalu gelap. Ini berbeda dari publikasi rancangan sebelumnya, yang menampilkan warna yang lebih cerah di istana.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menanggapi kritik tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Antara, dia menyatakan bahwa kondisi Istana Negara IKN saat ini tidak sesuai dengan gambar karena belum mengalami proses oksidasi. “Kalau menurut Pak Nyoman Nuarta (pembuat desain patung garuda di Istana IKN), itu kalau nanti kena oksidasi itu jadi hijau seperti GWK.”

Basuki mengatakan bahwa patung garuda di Istana Negara IKN dibangun dengan perunggu cair yang berubah menjadi hijau saat dioksidasi.

Siapa Arsitek Istana Garuda IKN?

Istana Negara, juga dikenal sebagai Istana Garuda, dibangun oleh I Nyoman Nuarta. Profil I Nyoman Nuarta sangat dikenal di dalam negeri karena keterlibatannya dalam sejumlah proyek besar.

Di Indonesia, I Nyoman Nuarta adalah seniman terkenal. Dia terkenal terlibat dalam proyek besar, seperti pembangunan Istana Garuda IKN.

I Nyoman Nuarta lahir pada tanggal 14 November 1951 di Tabanan, Bali. Seperti kebanyakan orang Bali, pria berusia 73 tahun ini menganut agama Hindu.

Nyoman adalah anak dari keluarga yang besar yang memiliki sembilan saudara. Menurut Yustisia Serfiayani et al. dalam Creative Top Secret (2024), paman Nyoman kecil mengajarkan seni rupa kepadanya.

Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, Nyoman pindah ke Bandung untuk belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia berhasil lolos seleksi masuk ITB pada tahun 1972 dan mengambil jurusan seni lukis.

Nyoman belajar lukis selama dua tahun, tetapi kemudian memutuskan untuk belajar seni patung di universitas yang sama. Dia tinggal di ITB selama waktu yang cukup lama.

Di tahun ketujuhnya sebagai mahasiswa ITB, Nyoman menerima penghargaan besar. Pada tahun 1979, dia berhasil memenangkan lomba Patung Proklamator Republik Indonesia.

Sejak saat itu, Nyoman menjadi terkenal bersama tiga rekannya, Budiono Soeratno, Sardono Sugiyo, Y Sumartono, dan G. Sidharta.

Menurut situs Galeri Nasional Indonesia (GNI), patung yang dibuat oleh Nyoman dan rekannya saat ini ditempatkan di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat. Seolah-olah menjadi ciri khasnya, Nyoman membuat patung peristiwa proklamasi Soekarno-Hatta dari perunggu.

Nyoman mulai dipercaya untuk terlibat dalam berbagai proyek nasional karena ketenarannya. Dalam buku mereka berjudul Maestro Seni Rupa Modern Indonesia (2013), Agus Dermawan T dan Mikke Susanto menampilkan nama Nyoman sebagai salah satu karakter.

Satu tahun setelah berhasil membangun patung proklamasi, Nyoman mengagas untuk membangun GWK di Bali. Usulan itu disetujui pada tahun 1990, dan Nyoman mulai membangunnya.

Setelah memakan waktu 28 tahun untuk dibuat, patung raksasa GWK baru diresmikan pada tahun 2018, tetapi waktu yang lama itu tidak sia-sia.

Patung GWK Nyoman setinggi 122 meter dianggap sebagai patung tertinggi di Indonesia. Patung yang dibangun pada tahun 1990 dan diresmikan pada tahun 1996, Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya bahkan lebih besar.

Nyoman sering mendapatkan penghargaan dan pengakuan seni di tingkat nasional dan internasional sepanjang hidupnya. Pada tahun 1989, ia memenangkan penghargaan dari Nanyang Academy of Fine Arts di Singapura.

Memasuki tahun 1993, Nyoman menerima penghargaan dari Ketua Kompetisi REDAS Singapura. Dua tahun kemudian, ia menerima penghargaan dari APEC Sculpture Garden 1996 atas partisipasinya dalam acara seni patung di Manila, Filipina.

Dia kemudian mendirikan studionya sendiri, Studio Nyoman Nuarta, di mana dia bekerja sebagai konsultan dan produser seni.

Memasuki tahun 2000, Nyoman mendirikan taman seni NuArt Sculpture Park di Bandung. Taman ini awalnya didedikasikan untuk menampilkan karya-karya Nyoman, seperti namanya.

NuArt Sculpture Park akhirnya berkembang menjadi salah satu pusat seni terbesar di Bandung, dan sering digunakan untuk pameran, pertunjukan, dan konser musik.

Selain memiliki studio dan ruang seni, Nyoman saat ini menjadi komisioner di PT Garuda Adhimatra, PT Nyoman Nuarta Enterprise, dan Yayasan Mandala Garuda Wisnu Kencana.

Leave a Comment