Saat ini, Reza Rahadian, aktor kondang Indonesia, menjadi perhatian publik, terutama masyarakat Indonesia. Sebagai akibatnya, pria berusia 37 tahun itu terlihat turun ke jalan untuk mengikuti demonstrasi penolakan RUU Pilkada di depan Gedung DPR RI.
Diketahui bahwa demonstrasi tersebut dilakukan pada Kamis, 22 Agustus 2024, dari pagi hingga malam. Selain Reza Rahadian, banyak artis, komedian, dan sutradara kondang Indonesia juga hadir.
Sebuah sumber mengatakan bahwa Reza Rahadian terlihat tiba mengenakan kaos dan topi. Masyarakat memuji keberanian Reza ketika dia berpidato di atas mobil komando.
Reza bahkan berani menyatakan ketidakpuasanannya terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai ambang batas untuk calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dikoreksi oleh DPR RI.
Selama ini, saya selalu menjadikan dunia seni sebagai tempat untuk menyampaikan kritik sosial dan keresahan hati. Dalam orasi di depan Gedung DPR RI, dia mengatakan, “Namun, hari ini saya sudah tidak bisa lagi berhenti. Saya tidak bisa tidur tenang di rumah.”
Selain itu, terlihat bahwa Reza Rahadian hadir dalam aksi Kamisan 828 di depan Istana Merdeka. Aksi Kamisan adalah gerakan yang didirikan oleh penyintas, keluarga korban, dan pegiat hak asasi manusia.
Ini adalah upaya untuk menuntut negara untuk mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM berat secara hukum. Aktivitas ini dimulai sejak 18 Januari 2007 dan dilakukan secara teratur setiap kamis pukul 16.00 WIB di seberang Istana Merdeka.
Profil Reza Rahadian
Reza bahkan berani menyatakan ketidakpuasanannya terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang ambang batas untuk calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dikoreksi oleh DPR Republik.
Saya selalu menggunakan dunia seni sebagai tempat untuk menyampaikan keresahan hati dan kritik sosial selama ini. “Namun, hari ini saya sudah tidak bisa lagi berhenti,” katanya saat berpidato di depan Gedung DPR RI. Saya tidak dapat tidur dengan tenang di rumah.
Aksi Kamisan 828 di depan Istana Merdeka juga menampilkan Reza Rahadian. Gerakan yang didirikan oleh penyintas, keluarga korban, dan pegiat hak asasi manusia dikenal sebagai Action Kamisan.
Ini adalah upaya untuk menuntut negara untuk mengusut secara menyeluruh kasus-kasus pelanggaran HAM yang signifikan. Aktivitas tersebut dimulai sejak 18 Januari 2007 dan dilakukan secara teratur setiap kamis pukul 16.00 WIB di seberang Istana Merdeka.
Reza Rahadian memulai karirnya sebagai aktor kecil dengan tampil sebagai figuran. Pertama kali ia tampil dalam serial televisi “Bidadari” dari tahun 2003 hingga 2004.
Pada tahun 2009, Reza bermain film dengan film karya Hanung Bramantyo “Perempuan Berkalung Sorban”. Kemudian, dia juga berhasil meraih juara dalam suatu ajang dari majalah Aneka Yess! dalam kategori “Favorite Top Guest”.
Meskipun dia hanya mengikuti audisi untuk peran kecil, sutradara ternyata tertarik untuknya tampil menjadi pemeran utama. Sejak saat itu, kemampuan beraktingnya membuatnya berperan di film dan serial populer lainnya.
Bahkan Reza menerima Piala Citra untuk kategori “Pendukung Pria Terbaik” film. Reza menghabiskan waktu yang cukup lama di industri perfilman Indonesia sebelum menjadi aktor kondang seperti sekarang.

Leave a Reply